sikap yang harus dipupuk dalam menyongsong indonesia emas 2045 adalah

MENYIAPKANBANGKITNYA GENERASI EMAS INDONESIA Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd.,Kons. Guru Besar Universitas Negeri Semarang PENGANTAR Bangsa-Cita-cita bangsa Indonesia adalah menjadi negara besar,kuat,disegani dan dihormati keberadaannya di tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia. Setelah 67 tahun Semangatdan nilai luhur para pahlawan pun dapat dijadikan sebagai salah satu pendorong menyongsong tantangan terbaru bagi negeri ini di tahun 2045 kelak, yaitu membangun Indonesia Emas. Seperti yang dikatakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Kamisesungguhnya telah memiliki Visi Negara Kesejahteraan 2045 yang berisi tekad bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara ekonomi besar lainnya di dunia. Namun, pandemi covid-19 yang terjadi saat ini, membuat kita harus melakukan restarting dan rebooting tentang skenario untuk mewujudkan visi 2045 tersebut. Hampir dua MenyongsongEra Baru Demokrasi Elektoral 2024. Mokhammad Samsul Arif - detikNews. Selasa, 19 Okt 2021 14:20 WIB. Ilustrasi: Fuad Hashim. Jakarta -. Tahun 2024 mendatang mungkin akan menjadi tahun Perlahantapi pasti Indonesia terus bergerak dalam menutup infrastructure gap tersebut guna mencapai tujuan menjadi negara maju dan menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Deputi Wahyu yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti artinya. JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia ISPI dan Duta Besar RI untuk Uzbekistan Sunaryo Kartadinata memberi gambaran tentang kerangka berpikir pendidikan untuk Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan, agar tercapai Indonesia Emas Indonesia harus meletakkan pendidikan dalam prioritas tertinggi."Seiring dengan ekonomi yang kuat, high employability dan dengan keadaan negara yang aman dan kokoh," kata Sunaryo, dalam Webinar Pendidikan Nasional dengan tema 'Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045' Kamis 7/5. Ia menjelaskan, Indonesia emas mestinya dihuni oleh bangsa inovasi, mempunyai daya adaptasi tinggi. Di satu sisi, kekuatan budayanya tetap berdiri kokoh dan memiliki daya tahan hidup secara global dengan bangsa lain di dunia."Maka, di sanalah peran pendidikan, yaitu membawa manusia Indonesia mencapai ke arah itu," kata Sunaryo dalam upaya mencapai Indonesia Emas, terdapat tujuh kondisi utama yang perlu dibangun dan dikokohkan. Ketujuh kondisi tersebut adalah misi pendidikan, keutuhan mindset pendidikan, strategi kebudayaan, pendidikan kehidupan nyata, karakter dan budaya damai, guru pemikir dan kepemimpinan pedagogis itu, Guru Besar UPI, Muhammad Ali mengatakan untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ada tiga kompetensi yang harus dimiliki manusia Indonesia. Hal ini berkaitan pula dengan berbagai perubahan di berbagai bidang yang sudah atau akan terjadi."Kompetensi yang dibutuhkan adalah kompetensi kognitif, yaitu higher order thinking skills HOTS, kompetensi psikomotor yaitu higher order skills HOS dalam menggunakan teknologi digital, kompetensi afektif yaitu memiliki karakter dan terakhir kompetensi survival yaitu kecakapan belajar sepanjang hayat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Nizam mengatakan arah kebijakan pemerintah saat ini berusaha menjawab tantangan untuk menjadi Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan, salah satunya adalah dengan pengembangan anak usia dini, afirmasi pendidikan, pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang berkualitas, dan itu, ia menambahkan, arah kebijakan pemerintah juga menyentuh terkait pengelolaan dan penempatan guru, pembelajaran keterampilan abad 21, dan percepatan wajib belajar 12 tahun. Semua aspek tersebut tertera dalam strategi pemerintah untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas RPJMN 2020-2024. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Negara maju merupakan negara yang memiliki kualitas infrastruktur dan SDM yang baik. Dua tahapan tersebut harus dilalui Indonesia untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas maju merupakan negara yang memiliki kualitas infrastruktur dan sumber daya manusia SDM yang baik. Dua hal tersebut sangat disadari oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi motivasinya untuk berfokus pada hal itu untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas menjadi narasumber dalam diskusi Forum A1 yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 November 2019, Presiden mengatakan bahwa infrastruktur dan SDM yang berkualitas merupakan dua tahapan awal bagi sebuah negara untuk menjadi negara maju. Dua tahap itu yang kini sedang diupayakan oleh pemerintahannya.“Memang tahapan besarnya itu. Infrastruktur ini kita kerjakan dan nanti akan terus tetap dilanjutkan. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, ini yang lebih sulit menurut saya, pembangunan sumber daya manusia,” dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan segera menjadi program prioritas pemerintah mulai tahun 2020 mendatang. Meski demikian, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa saat ini negara Indonesia masih membutuhkan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi awal kemajuan.“Sekarang ini fondasi yang sangat diperlukan adalah infrastruktur, kemudian agenda besar berikutnya sumber daya manusia,” forum tersebut, Presiden Joko Widodo sempat ditanyakan mengenai arah pembangunan infrastruktur Indonesia dalam periode kepemimpinannya yang kedua mengingat dalam lima tahun pertama, pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif dinilai sebagai pembangunan terbesar dalam sejarah hal tersebut, Kepala Negara mengatakan akan tetap melanjutkan pembangunan tersebut namun dengan prioritas yang sedikit berbeda.“Masih melanjutkan infrastruktur yang ada, tetapi mulai dihubungkan,” pembangunan jalan tol yang telah diselesaikan harus dihubungkan dengan sentra-sentra produksi dan industri yang ada di sekitarnya. Dengan cara itu, perekonomian daerah akan semakin berputar dan diharapkan akan muncul titik pertumbuhan ekonomi baru yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.“Ini memang pekerjaan besar tapi tidak langsung bisa dinikmati. SDM apalagi, baru akan kelihatan 10-15 tahun yang akan datang. Tapi, risiko itu yang harus kita berani ambil,” ucap jauh, Presiden juga memberikan gambaran mengenai tahapan apa yang harus ditempuh Indonesia di masa mendatang setelah mampu menyelesaikan dua tahap pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM. Menurutnya, tahapan ketiga yang harus dihadapi bangsa ini sebelum bertransformasi menjadi negara maju ialah menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi dan teknologi.“Siapapun pemimpinnya yang akan datang mau tidak mau harus kita giring masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi,” tandasnya. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tidak dapat di pungkiri, bahwa bonus demografi akan terjadi di Indonesia pada tahun 2045 tepatnya 100 tahun Indonesia setelah merdeka. Sebuah realita yang memaksa seharusnya Indonesia mampu melahirkan sebuah progres yang signifikan dalam menyelesaikan masalah-masalah mendasar seperti pendidikan, korupsi, dan kemiskinan. Di prediksi bahwa pada tahun 2020-2045 angka usia produktif di Indonesia dapat mencapai 70% sedangkan non-produktig 30%, yang artinya hal tersebut harus mampu menciptakan sebuah harta karun yang dapat mendorong menuju Indonesia emas 2045 dan bukan menjadi kutukan yang dapat menjelma menjadi bencana kehancuran Indonesia yang lebih mengerikanBonus demografi akan tercapai ketika kualitas SDM Indonesia mumpuni, sebab Indonesia emas 2045 memang merupakan sebuah mimpi besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun pertanyaannya adalah, siapa yang harus memulai? dan Bagaimana cara untuk mencapai Indonesia emas 2045? Jika menarik benang merah dari kata "EMAS" maka sebagai bangsa Indonesia yang mengandung modalitas sangat besar dan luar biasa, baik dari SDM, SDA, dan sumber daya lainnya, maka sudah seharusnya hal tersebut mampu di kelola dan di manfaatkan seoptimal mungkin untuk melahirkan kemakmuran, kesejahteraan masyarakat yang lebih dari layak serta hilangnya harus di akui bahwa Generasi Emas 2045 merupakan sebuah visi yang sangat mulia, yang mana seluruh kalangan masyarakat wajib berkontribusi dalam mencapai visi tersebut. Maka artinya, institusi pendidikan tidak dapat di pungkiri memiliki peranan yang sangat penting dalam menyiapkan masa transisi generasi muda untuk di kemudian hari yang di harapkan dapat melahirkan generasi masa depan Indonesia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul. Hal tersebut tidak akan terjadi dan terwujud saat yang bersangkutan yaitu masyarakat berintlektual tidak berani memulai, siapa salah satu masyarakat yang termasuk berintlektual? Tentu kita, mahasiswa dan seluruh masyarakat yang berkontribusi dalam dunia pendidikan. Mahasiswa sudah di tentukan menjadi aktor yang berperan dalam memegang tongkat estafet kemajuan bangsa maka artinya kemajuan bangsa sudah jelas menjadi tugas penting bagi seluruh mahasiswa termasuk mahasiswa bidikmisi. Menurut belmawa mahasiswa bidikmisi adalah mahasiswa yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Hal tersebut telah menunjukan bahwa pemerintah menciptakan suatu kebijakan bidikmisi untuk menyiapkan generasi yang lebih baik dan siap bersaing di kancah gelobal tanpa ada lagi alasan masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah tidak dapat berkontribusi. Sebelum membahas lebih dalam mengenai bagaimana peran yang dapat di lakukan oleh mahasiswa bidikmisi, mengingat kata istilah generasi micin di Indonesia yang mana kata micin itu sendiri hadir dari nama penyedap rasa yang biasa di gunakan oleh pedagang kuliner untuk memperkuat rasa asam, manis, pahit, pedas dan bukan menciptakan rasa baru. Yang mana bila hal tersebut di hubungkan dengan keadaan masyarakat Indonesia yang notabenenya remaja, tidak sedikit dari mereka yang berperan menjadi aktor pengguna bukan pencipta, dengan kata lain tidak kreatif dan inofativ serta konsumtif. Bukan tidak ada, melainkan jumlah remaja atau pemuda yang terbilang kreatif dan dapat berinovasi sangatlah minim. Sedangkan kenyataan menuntut kita untuk lebih dari cukup dalam menyongsong Indonesia emas kualitas yang signifikan tentu menjadi mimpi seluruh masyarakat Indonesia, yang mana diferensiasi yang terlahir dari revolusi progres kemajuan bangsa sangatlah di nantikan. Tentu momentum tersebut perlu pelopor, sebagai mahasisawa sudah seharusnya mampu meracik sebuah doktrin untuk masyarakat bahwa kini masyarakat Indonesia perlu memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban yang telah di sampaikan oleh Direktur Pendidikan IPTEK dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Amich Alhumami bahwa perguruan tinggi adalah rahim harapan bangsa dalam melahirkan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, salah satu yang bisa di lakukan oleh mahasiswa bidikmisi dalam berkontribusi untuk ikut serta berperan menyongsong Indonesia emas 2045 dengan melakukan suatu tambahan test non konvensional tersendiri yang di ciptakan oleh masing-masing pengurus organisasi bidikmisi masing-masing tersebut dapat berupa tes tulis yang misal di dalamnya mengandung suatu bahasan yang berisi mengenai study kasus tentang kasus yang ada di negara dengan di cari resolusinya, pemahaman tentang pentingnya Critical thinking, kreativitas, dan berinovasi. Sebab mahasiswa memiliki peranan penting untuk negara, yaitu peran dalam memperdalam dan mengembangkan diri dalam bidang keilmuan untuk memikul tanggung jawab inteelektualnya. Merupakan dinamisator perubahan masyarakat menuju perkembangan yang lebih baik. Dan control terhadap perubahan sosial yang sedang berlangsung. Atau bahkan dapat menawarkan suatu visi yang jelas seperti mungkin yang kami sarankan saat ini terhadap pemerintah, yang mana adanya suatu penambahan test dalam syarat kelulusan peserta bidikmisi dengan bentuk test pemokusan terhadap minat prodi yang di pilih oleh masing-masing peserta bidikmisi dan atau dapat di gunakan juga untuk seluruh mahasiswa, serta adanya kelonggaran dalam pemberian kesempatan memilih prodi lain yang lebih cocok saat di ketahui dari hasil test mahasiswa tersebut tidaklah cocok. Hal tersebut dimaksudkan karena tidak dapat di pungkiri bahwa banyak sekali mahasiswa yang salah jurusan, berdasar penelitian Indonesia Career Center Network ICCN tahun 2017, diketahui sebanyak 87 persen mahasiswa Indonesia mengakui bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. Dan 71,7 persen pekerja, memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya Awaliyah, 2019. Yang artinya hal tersebut berpotensi memicu beberapa problem yang menyerang personal mahasiswa seperti problem psikologi, akademis, dan relasional. Sehingga dengan adanya problem-problem tersebut dan adanyaa ketidak sesuai profesi maka dampaknya akan sangat berpengaruh dalam menghambat menyongsong Indoneisa emas 2045, sebab dengan adanya ketidak sesuaian profesi tersebut dapat membuat mereka kesulitan untuk berprestasi serta kreatif dan berinovasi serta hilangnya kemampuan Critical dilihat dari kaca mata bidikmisi sendiri, bidikmisi merupakan suatu bantuan yang di berikan oleh pemerintah kepada setiap lulusan siswa SMA/sederajat yang di kategorikan kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan syarat lulus melalui seleksi nasional ataupun mandiri di PTN ataupun PTS. Namun jika kita telaah kembali, tidak ada proses yang lebih spesifik untuk melihat kemampuan atau kualitas dari mahasiswa bidikmisi itu dapat di simpulkan dalam menyiapkan strategi guna menyongsong Indonesia emas 2045 di perlukan suatu revolusi progres sistem pendidikan khususnya pendidikan tinggi, supaya setelah terciptanya lulusan yang berkualitas maka dapat mempermudah membantu Indonesia menciptakan generasi-generasi emas 2045 yang lebih kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan Critical thinking. Sebab kemampuan kreatftas, inovasi, dan critical thinking sangatlah di butuhkan dalam mempersiapkan menghadapi bonus demografi kelak. Lihat Pendidikan Selengkapnya Jakarta, – Pada tahun 2045 Indonesia diproyeksikan akan menjadi bangsa yang maju dan kuat atau dikenal dengan istilah Indonesia Emas, salah satu faktor utamanya adalah penduduk Indonesia saat itu akan mengalami bonus demografi dimana jumlah penduduk Indonesia sangat produktif, yaitu angkatan kerja usia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif di bawah 5 tahun dan di atas 64 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia SDM yang berkualitas dalam rangka menyongsong era tersebut. “IPNU mempunyai peran sangat besar dalam memberikan kontribusi maksimal untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Terutama, dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi calon–calon pemimpin bangsa di masa depan. IPNU saya harapkan menjadi organisasi pelajar yang memiliki budaya belajar yang tinggi, produktivitas dan ber-akhlakul karimah,” ucap Wakil Presiden Wapres K. H. Ma’ruf Amin pada acara Peresmian Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional RAPIMNAS Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama IPNU melalui konferensi video dari kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat 20/11/2020. Wapres menambahkan bahwa hal lain yang tidak kalah penting adalah sebagai organisasi pelajar IPNU harus berperan aktif menjadi lokomotif perubahan sebagaimana paradigma yang telah lama tertanam di lingkungan Nahdlatul Ulama NU, yaitu menjaga nilai-nilai tradisi lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik, serta terus berupaya melakukan perbaikan yang berkelanjutan demi kepentingan bangsa. “Karena itu NU tidak hanya harus menjaga tradisi, melakukan transformasi, tetapi juga harus melakukan inovasi, perbaikan- perbaikan, perubahan-perubahan, karena itu saya tambahkan satu paradigma lagi, yaitu melakukan upaya perubahan atau perbaikan kepada yang lebih baik dan secara terus menerus atau berkelanjutan, sustainable atau continous improvement,” tambahnya. Selanjutnya Wapres menyampaikan, bahwa saat ini kita juga telah memasuki era revolusi industri dengan perkembangan cepat dunia digital yang menuntut banyak perubahan dan penyesuaian di semua bidang, termasuk bidang pendidikan. Kita semua dituntut untuk mampu mencetak SDM generasi unggul yang tidak hanya cerdas tetapi juga melek digital. Untuk itu, IPNU diharapkan terus melakukan inovasi demi mencetak generasi unggul penerus organisasi. “IPNU harus mampu mencetak SDM yang unggul serta berakhlak mulia atau ber-akhlakul karimah, berdaya saing, mumpuni di bidang keilmuan, sehingga kader-kader IPNU menjadi pendorong utama dari bergeraknya proses kemajuan bangsa Indonesia dan memberikan kemanfaatan yang besar pada masyarakat,” ucap Wapres. Lebih lanjut Wapres menekankan dengan pesatnya kemajuan teknologi digital dan media sosial, membuat derasnya arus informasi digital yang diterima masyarakat begitu masif sehingga seringkali terjadi kaburnya fakta dan opini yang menjadi ciri era post truth pasca kebenaran. Untuk itu, IPNU diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan kemajuan teknologi digital tersebut. “Saya berharap di era post truth ini IPNU bisa menjadi pemberi informasi positif di dunia media sosial sebagai upaya menangkal konten-konten negatif berupa ujaran kebencian, hoaks dan juga fitnah dari pihak-pihak yang jelas dan nyata menanamkan ajaran yang menyimpang kepada generasi muda Indonesia,” tegasnya. Menutup sambutannya, Wapres secara resmi membuka acara Rapimnas PP IPNU tahun 2020 serta berpesan agar IPNU terus melakukan kaderisasi organisasi dengan membangun budaya cinta kepada ilmu pengetahuan dan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. “Pada akhirnya, kunci kemajuan bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas SDM nya. Generasi IPNU diharapkan untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kemampuan diri untuk mampu menghadapi tantangan dan mampu bersaing pada skala global,” harap Wapres. “Akhir kata, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saya membuka secara resmi acara Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas PP IPNU tahun 2020 ini dengan tema “Satu Tekad Pelajar NU Bangkit, Mandiri, Maju,” lanjutnya. Sebelumnya Ketua PP IPNU, Aswandi Jailani, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas PP IPNU dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan bertujuan untuk membahas isu-isu strategis nasional serta peraturan-peraturan internal organisasi di tingkat pimpinan pusat. “IPNU akan membahas tekait isu-isu nasional yang paling utama berkaitan dengan pendidikan, namun tidak jauh tekait dengan pelajar Indonesia. Pendidikan dan juga inovasi dan yang berkaitan dengan ideologi, baik pancasila maupun Ahlussunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah yang terangkum dalam pembahasan Rapimnas IPNU telah kami aktualisasikan dalam program kegiatan, diantaranya Teras Pelajar, Pelajar Mengaji, Sensus Pelajar NU, inilah yang nanti akan kami bahas di dalam rapat. Kemudian kami ingin kedepannya IPNU dapat maju dan mandiri, berinovasi dan beradaptasi dengan zaman demi menghadapi tantangan kedepan,” ungkanya. Turut hadir pada kongres ini secara virtual diataranya Wakil Ketua DPR-RI Muhaimin Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Ketua Umum PB NU Said Akil Siraj SM/NN, KIP- Setwapres

sikap yang harus dipupuk dalam menyongsong indonesia emas 2045 adalah